Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX

Perempuan perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII XIX BUKU ini memperlihatkan perempuan priayi dan perempuan keluarga keraton di Jawa Tengah selatan setidaknya sampai akhir Perang Jawa menikmati kesempatan bertindak atau mengambil inisiatif

  • Title: Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX
  • Author: PeterCarey Vincent Houben
  • ISBN: 9786026208163
  • Page: 167
  • Format: Paperback
  • BUKU ini memperlihatkan, perempuan priayi dan perempuan keluarga keraton di Jawa Tengah selatan, setidaknya sampai akhir Perang Jawa 1825 1830 , menikmati kesempatan bertindak atau mengambil inisiatif pribadi yang jauh lebih luas daripada saudari saudari mereka yang hidup di akhir abad ke 19, di zaman Raden Ajeng Kartini 1879 1904 Jejak mereka bahkan menembus bidang yaBUKU ini memperlihatkan, perempuan priayi dan perempuan keluarga keraton di Jawa Tengah selatan, setidaknya sampai akhir Perang Jawa 1825 1830 , menikmati kesempatan bertindak atau mengambil inisiatif pribadi yang jauh lebih luas daripada saudari saudari mereka yang hidup di akhir abad ke 19, di zaman Raden Ajeng Kartini 1879 1904 Jejak mereka bahkan menembus bidang yang dianggap sebagai dunia laki laki, yaitu militer dan politik.Di bidang bisnis, mereka mengambil peran sangat penting, seperti tampak pada sosok Ratu Kencono Wulan ca 1780 1859 , permaisuri ketiga Sultan Hamengku Buwono II Berasal dari keluarga lapis bawah diduga pemilik kios di Pasar Beringharjo Sang Ratu menjelma seorang first lday yang luar biasa rakus Dia memanfaatkan posisinya untuk meminta bagian dari keuntungan setiap proyek.Di pihak lain, pendidikan Barat dan sistem meminjamkan anak keraton sebagai cara membentuk karakter dan pengetahuan kepada keluarga Indo Belanda daripada memercayakan kepada perempuan kerajaan yang lebih tua, seperti terjadi pada Pangeran Diponegoro, dinilai telah merusak pengaruh perempuan keraton dan masyarakat Jawa umumnya Penulis menguraikan bagaimana pola asuh matriarki gaya Polinesia tersebut dipengaruhi secara serentak oleh kolonialisme dan Islam.Buku kecil ini boleh dikatakan merupakan pengantar inspiratif bagi sejarawan untuk melakukan kajian lebih utuh dengan pendekatan baru atas sejarah Indonesia dari pertengahan abad ke 18 sampai era modern Hanya dengan demikian perempuan Jawa dapat memiliki dasar kuat ketika mengambil tempat selayaknya dalam evolusi bangsanya selama berabad abad.

    • ☆ Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX || ✓ PDF Download by ☆ PeterCarey Vincent Houben
      167 PeterCarey Vincent Houben
    • thumbnail Title: ☆ Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX || ✓ PDF Download by ☆ PeterCarey Vincent Houben
      Posted by:PeterCarey Vincent Houben
      Published :2018-06-14T21:55:00+00:00

    1 thought on “Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX”

    1. ** Books 208 - 2017 **Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 20173,4 dari 5 bintang! Membaca buku ini membuat pencerahan buat saya peran wanita pada abad XVIII - XIX. Siapa yang menyangka ternyata wanita banyak memegang peranan penting di jaman itu seperti menkadi Korps Srikandi (laskar Wanita) yang ikut berperang dengan Raden Mas Said (Mangkunegoro I, bertakhta tahun 1757-1795). Ada lagi Raden Yudokusumo yang menjadi panglima kavaleri senior Diponegoro di wilayah Timur dan kelak [...]

    2. Referensi singkat mengenai peran penting perempuan di Jawa periode 1880an yang menarik untuk dibaca dan banyak potensi yang masih bisa dipelajari pada tahapan selanjutnya.

    3. Buku singkat Peter Carey ini sedikit menjawab pertanyaan saya: sejak kapan perempuan Indonesia mulai dimarjinalkan? Carey menjabarkan bagaimana kondisi sosial, politik, dan ekonomi perempuan Indonesia pada zaman sebelum Perang Jawa, atau abad 18 dan 19.Ia dan Vincent Houben mengumpulkan berbagai bahan dari literasi kuno serta catatan sejarawan maupun budayawan pada masa tersebut. Hasilnya, berbagai kisah perempuan-perempuan perkasa pada masa itu pun dapat dinikmati oleh penduduk Jawa ratusan tah [...]

    4. Sebuah buku yang mengulas profil dan kiprah perempuan Jawa, khususnya para perempuan yang mencatat sejarah, secara komprehensif, singkat dan sangat padat. Buku ini memang tidak bertujuan untuk membeberkan detil-detilnya, tapi lebih sebagai pemicu untuk penelitian selanjutnya. Banyak fakta menarik yang baru sedikit terungkap. Beberapa diantaranya adalah bahwa perempuan Jawa tidak melulu seperti yang sering digambarkan kebanyakan orang (para kolonial Belanda khususnya) yang selalu jadi 'konco wing [...]

    5. Bahkan sebelum membaca buku ini pun saya sudah percaya dimanapun di dunia ini perempuan memiliki peranan dalam kemajuan suatu bangsa atau generasi. Peran yang sama pentingnya dengan para lelaki, di beberapa kesempatan malah justru lebih tegas (tidak jarang juga lebih jahat dan licik) dibandingkan laki-laki."Salah satu putri Keraton Surakarta, Raden Ayu Sekar Kedaton, 'sang ratu perawan', satu-satunya anak Sunan Pakubuwono VII yang hidup dari garwa padminya, mungkin atas dorongan sang ayah sendir [...]

    6. Buku yang sangat menarik berfokus pada perempuan-perempuan di Jawa. Di buku ini dijelaskan peran mereka yang cukup berpengaruh dan kekuatan mereka yang jelas terasa.

    7. Perempuan, Dominasi Patriarki dan Konstruksi Kolonialisme.Buku ini tidak hanya memperlihatkan sosok-sosok besar seperti Ratu Kencana Wulan ataupun Nyai Ageng Serang. Tulisan singkat dalam buku ini menawarkan latar belakang dan atmosfir yang kelam, bernas dan berani menjadi sebuah kesatuan alinea yang mudah dicerna. Suatu upaya penguatan terhadap isu gender yang kerap mendapat porsi sedikit dalam ruang sejarah, baik dalam tulisan antropologis ala Geertz maupun kesejarahan ala Ricklefs.Buku ini me [...]

    8. Gue baca buku ini di kereta Argo Parahyangan dari Bandung menuju Jatinegara.Buku ini ibarat pintu buat pintu yang lebih banyak lagi, walaupun doi lembarnya relatif dikit. Sembari bercerita mengenai perempuan-perempuan perkasa Jawa, buku ini juga ngasih tau referensi-referensi yang bisa kita baca lebih lanjut lagi kalau kita mau tau lebih banyak, otomatis ngebuat footnote sama daftar pustakanya panjang banget. Kelihatan buku ini disusun sama cendekiawan karena itu. Buku ini mirip sama bukunya Pak [...]

    9. Bacaan singkat sebagai pancingan untuk mencari tahu lebih dalam mengenai peran perempuan dalam sejarah Jawa. Buku ini juga menyoroti adanya pergeseran dari pola matriarki Polinesia setelah Perang Jawa. Di mana sebelumnya perempuan-perempuan Jawa pada nyatanya pernah memegang peran besar dan mendapatkan warisan sebagaimana haknya. Buku ini juga sebagai bukti butuhnya perombakan pada literatur-literatur barat yang menggambarkan posisi dan peran perempuan Jawa yang penurut dan tidak memiliki peran [...]

    10. (Read in Indonesian.)An interesting, small book on powerful women from the Javanese courts in the 1700s and 1800s. I felt a bit lost at times due to all the references to different Sultans and royal family members, so perhaps a pre-existing knowledge of the Javanese courts would help readers. Overall, lots of intriguing tidbits in here, but it meandered from topic to topic and sometimes strayed from the women and ended up talking about the men instead.

    11. " apakah memudarnya secara perlahan model matriarki gaya polinesia dalam garis keturunan perempuan dipengaruhi secara serentak oleh kolonialisme dan islam? "

    12. Kontennya bagus sekali. Saya suka bahwa tokoh dalam pewayangan hingga Nyi Roro Kidul yang banyak tidak dipercaya orang pun dibahas. Hanya saja banyak kalimat yang agak kurang mudah dicerna karena strukturnya.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *